Jam tangan tua demi buah berita
Dengan menggendong seorang balita, seorang Ibu berharap ada seseorang yang mau membeli jam tangan tuanya yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan makan sang balita. Bisa makan hari ini dan selebihnya untuk makan keesokan harinya harapan sang Ibu, tidak jarang wajahnya yang penuh kasihan ditambah lagi dengan sang balita yang terlihat lesuh menjadi nilai kasihan dimata orang. Usaha ini mmbuktikan bahwa kasih seorang Ibu tiadalah taranya, namun apakah nilai kasih itu jika dilakukan dengan cara yang tidak benar.
Menurut sumber yang dipercayai (Red), kejadian serupa sering terjadi di kampus Universitas Muhamadiyah Malang, dengan belas kasihan tidak jarang banyak mahasiswa/i yang rela merogoh kantong untuk memberikan seadanya. Langkah ini membuktikan bahwa penmpilan sang Ibu telah menggerakkan hati banyak orang. Terkadang belaskasihan pun datang dengan iklas tanpa membeli jam tangan tua itu. Penjelasan tersebut meyakinkan kita bahwa semakin maraknya peredaran pengemis di Kota Malang menjadikan peningkatan angka pengangguran.
Pada masa mendatang, bila tidak diantisipasi, fenomena ini akan meresahkan masyarakat dan menjadi momok bagi bangsa indonesia, yang konon merupakan Negara dengan penduduk terbanyak ke tiga setelah India dan memiliki luas Negara serta kekayaan alam yang berlimpah. Bagaimana nasib anak cucunya jika mengharapkan penghasilan dari menjual jam tangan tua, apa yang akan dilakukan jika sang Ibu tidak mendapat belaskasihan dari seseorang pun.
Karena kurangnya tanggungjawab dari seorang suami sebagai kepala rumah tangga, berakibat terjadinya eksploitasi terhadap anak dibawah umur, melakukan pekerjaan mengemis dengan menyertakan balita seakan tersirat kata “Tolong” diwajahnya, hingga siapapun menjadi Iba. kejadian ini akan semakin parah jika dikemudian hari anaknya tidak dapat disekolahkan dengan alasan biaya yang minim. Tanggungjawab seorang kepala rumah tangga adalah semenjak menikah, memiliki anak dan membesarkannya baik dengan memenuhi kebutuhan jasmani, rohani serta pendidikannya.
Dari mana inspirasi ini diambil, kejadian ini dilakukan dengen menontohi sebuah tayangan reality show yang menapilkan sosok orang yang membutuhkan bantuan dengan menawarkan imbalan tersembunyi jika mau menolong orang tersebut,
Kemampuan untuk menghasilkan sesuatu dengan tidak mengharapkan belaskasihan dari orang lain harus digalangkan untuk menegah angka kemiskinan dan pengangguran yang meningkat, hal ini juga dibarengi dengan penggalangan KB dan pendidikan gratis bagi anak-anak, jika tidak ingin bangsa ini jauh dalam keterpurukan dan kembali dijajah oleh yang lebih berkuasa. Pemberdayaan perempuan dalam peningkatan usaha rumahtangga pun menjadi alternatif yang menjanjikan, tidak jarang sekarang, banyak perempuan yang menjadi penopang kebutuhan rumahtangga dan kepulan asap didapur.
Hati-hati dengan modus penipuan ini, karena tidak pada kenyataanya mereka orang yang kelaparan dan barang yang dijualnyapun bukanlah barang yang masih dapat digunakan, lebih baik sebelum anda sekalian berniat menolong, teliti terlebih dahulu sebelum kecolongan.
Kamis, Juni 11, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar