Blog
Blog pertama muncul pada tahun 1993 oleh Marc Andersen lewat sebuah halaman berjudul What’s New.
Sumber lain : Istilah weblog pertama kali diperkenalkan John Barger pada 17 Desember 1997. istilah ini kemudian dipendekkan menjadi blog pada tahun 1999 oleh Peter Merholz
Sampai tahun 1999 blogging masih jarang banget. Karena saat itu harus menguasai bahasa- bahasa rumit para web designer.
Enda Nasution (aktivis bloging Indonesia) sejak 2001, tahun 1993 itu belum ada Internet Eksplorer-nya Microsoft. Browser yang dipakai masih bernama Mosaic.
Blog
Pada tahun 1999 muncullah www.blogger.com yang memberikan tawaran sangat menarik.
Dengan pengetahuan yang standar, kita bisa memiliki blog sendiri. Selain itu ada blogdrive, tblog, live journal.
Blog sempat terlupakan setelah Friendster populer, disusul Multiply, Mys Space, dan Yahoo Messenger
Blog
Blog semula dikira hanya tren dan masih sekadar curahan emosi.
Blog juga pintu masuk ke dunia yang lebih sukses. Paling tidak di dunia tulis menulis. Cerita-cerita yang tertuang di blog menjadi buku, film.
Blog bisa diakses dari seluruh dunia.
Blog bisa penulisnya dikenal.
Blog bisa membuat orang tahu kemampuan sebenarnya.
Blog
Hal penting lain : interaktivitas.
Dunia jurnalisme memasuki dimensi baru karena kini konsumen berita bisa ikut menanggapi, hingga blog (dan bersama produk-produk jurnalisme online lainnya) menjadi medan interaksi pengetahuan yang berskala besar, masif dan tumbuh cepat
Citizen Journalism
Dan Gillmor dalam bukunya “We the Media: Grassroots Journalism by the People for the People (2006)”
Mengingatkan pemilik media massa akan kehadiran teknologi internet yang memungkinkan orang membuat situs pribadi atau mailing list untuk menyiarkan berita cepat.
Mereka disebut citizen journalism
Citizen Journalism
Abad 21 akan menjadi tantangan berat bagi media massa konvensional atas lahirnya jurnalisme baru yang sangat berbeda dengan jurnalisme terdahulu.
Dalam citizen journalism, siapa pun dapat membuat, menyebarkan, bahkan menjadi narasumber, sekaligus mengonsumsi berita dalam format tulisan, foto, suara, maupun gambar bergerak.
Citizen Journalism
Shayne Bowman dan ChrisWillis dalam “We Media: How Audiences are Shaping the Future of News and Information” mengatakan, partisipasi warga dalam menulis dan menyiarkan informasi independen, akurat, tersebar luas, dan relevan adalah syarat-syarat bagi demokrasi.
Citizen journalism adalah media untuk memberdayakan kelompok kecil warga yang terpinggirkan dari kelompok masyarakat lainnya.
Citizen Journalism
Warga yang sekaligus reporter, misalnya, akan efektif menyiarkan berita yang tidak tergarap media massa konvensional, seperti radio/televisi lokal, tentang isu yang "tidak seksi", seperti rendahnya pendapatan wanita pekerja, kelompok minoritas, bahkan kelompok anak muda.
Karena tidak memiliki akses terhadap media inilah, warga lebih bersandar pada informasi yang diperlukan kelompoknya.
Jurnalisme Online
Blog telah mengembangkan :
dimensi ekonomi media online
Mendorong partisipasi, dan akhirnya demokratisasi
Mengoreksi pola media tradisional karena adanya interaktivitas
Jurnalisme Online - Kritik
Pakar komunikasi Universitas Indonesia, Dedy Nur Hidayat, menyebutkan, blog atau mailing list hanya efektif di lingkungan terbatas.
Masalah kredibilitas dari para blogger juga patut dipertanyakan sehingga untuk informasi penting yang dapat dipertanggungjawabkan orang tetap mengandalkan media massa konvensional.
Jurnalisme Online - Kritik
Publik juga mempertanyakan profesionalisme para jurnalis alias pewarta warga yang menayangkan sebuah peristiwa pada blog mereka.
Hanya dalam kasus-kasus tertentu, blog bisa diakses ratusan ribu orang bila mampu menembus sumber-sumber eksklusif seperti pemimpin teroris yang dicari-cari dunia internasional, yang tidak dapat ditampilkan media massa.
Kehadiran para blogger ini baru dianggap sebagai ancaman karena sifat interaktifnya, yang tidak mungkin dilakukan media massa konvensional
Jurnalisme Online
Di dunia akademik, kehadiran citizen journalism atau sering disebut jurnalisme partisipatoris mendapat kritik keras. Vincent Maher dari Rhodes University, misalnya, menyebut kelemahan jurnalisme ini karena tidak memiliki "3E", yakni etika, ekonomi, dan epistemologi.
Pengamat media massa lainnya, Tom Grubisich, menyebut kelemahan lain jurnalisme ini yang tidak memiliki kualitas maupun isi. Kenyataannya, beberapa blog seperti Backfence yang disebut-sebut sebagai situs jurnalisme warga di Amerika Serikat hanya menarik segelintir peminat.
Jurnalisme Online
John Robinson, editor blog News and Record warga Greensboro (AS) mengatakan, apa yang dilakukannya adalah mentransformasi surat kabar.
"Dan blogging telah mengubah wajah jurnalisme," katanya. Tujuannya tidak lain agar apa yang diberitakan warga lebih transparan. Bagi dia, berita adalah percakapan.
Jurnalisme Online
Pada pewarta warga, orang tidak lagi terikat etika jurnalistik. Ini kelemahan namun juga sekaligus kekuatan, karena orang tak perlu melakukan konfirmasi, re check, cover both side
Istilah lainnya : transparan
Jurnalisme Online
Tim Porter pemilik blog First Draft memberi tips bagi para pemilik media massa konvensional.
Ia memberi ilustrasi peledakan bom di stasiun KA London, bahwa media massa haruslah memberi
(1) konteks, yakni sejarah terorisme di London dan Eropa,
(2) up date, apa kaitannya dengan bom Madrid sebelumnya,
(3) lokal, bagaimana ukuran keamanan kereta-kereta api bawah tanah satu dengan lainnya,
Jurnalisme Online
(4) geografi, data dan infografik di mana peristiwa terjadi,
(5) orang seperti dia , di mana sebagai orang Amerika dan saat itu London dipenuhi turis Amerika, bagaimana cerita tentang mereka,
(6) debat, kebebasan lawan keamanan, dan
(7) suara, yakni tanggapan orang siapa yang terlibat dalam peristiwa.
TUGAS WARTAWAN DI MASA DEPAN MENJADI JAUH LEBIH BERAT
Kamis, Juni 11, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar