Sabtu, Juli 04, 2009

Simpati dan Empati

Simpati dan Empati
1Simpati
Strategi yang sangat erat berkaitan dengan kaidah emas adalah asumsi yang menyertainya, yaitu simpati. Simpati diartikan menempatkan diri kita secara imajinatif dalam posisi orang lain [Bennet, 1972:66]

Keuntungan dan kerugian simpati
Keuntungan
Simpati itu mudah
Simpati itu mudah dipercaya
Simpati itu seringkali cermat
Simpati itu mudahmungkin menyenangkan
Kerugian

Simpati tidak peka terhadap perbedaan
Dalam menghadapi perbedaan, simpati bersifat menggurui
Berhadapan dengan perbedaan simpati melahirkan sikap defensif
Simpati melestarikan asumsi kesamaan

2Empati
Strategi komunikasi yang tepat dengan realitas majemuk dan asumsi perbedaan adalah empati. Dalam pergaulan sehari-hari, empati sering didefinisikan sebagai berada pada posisi orang lain; sebagai simpati yang dalam’sebagai kepekaan pada kebahagiaan bukan pada kesedihan dan sebagai sinonim langsung dari simpati.

Langkah – langkah mengembangkan Empati
Mengasumsikan perbedaan
Mengenali diri
Menunda diri
Melakukan imajinasi terbimbing
Membiarkan pengalaman empati
Meneguhkan kembali diri
Melaksanakan Empati
Empati tidaklah secara intrisik selalu baik. Seperti dalam kasus tehnik komunikasi lain, masalah pertimbangan etika tetap terbuka dan memerlukan pembahasan terus-menerus. Salah satu masalah etika adalah apakah empati harus dipergunakan sebagai prosedur arah?
Penggunaan empati dapat menciptakan iklim yang lebih sensitif dan terhormat untuk komunikasi interasial dan interkultural. Dengan empati, kita dapat mengatasi kaidah emas, dan menggantikannya dengan ”KAIDAH PLATINA” : perlakukanlah orang lain seperti mereka memperlakukan diri mereka sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar