Jumat, Juni 12, 2009

SISTEM PERS INDONESIA

1. Era Demokrasi Liberal

Masa Liberal ini dapat digambarkan sbg suatu lembaran hitam dlm
  sejarah pers Indonesia
● Munculnya/berdirinya partai-partai, dimana aliran-aliran politik saling bertentangan
  dan kadangkala melampaui batas2 kesopanan isi pers pada masa itu.
● Usaha-usaha yg biasa digunakan dgn model kapitalis bertujuan hanya mencapai
  keuntungan.
● Fungsi serta kewajiban pers yg harusnya adalah sebagai alat perjuangan dan re
  volusi diterbengkalaikan.
● Kebebasan pers yg dipraktekkan di Indonesia di masa liberal, ini mengikuti sis
  tem bebas ala AS, dimana kebebasan pers dihubungkan dgn jaminan hak2 azasi
  manusia, meliputi: hak pribadi/golongan sangat dibesarkan, sehingga hak massa
  banyak diabaikan sama sekali.
● Kritik dilancarkan pers tahadap pemerintah sifatnya utk menjatuhkan oleh pihak oposisi
  sehingga sering terjadi pergantian Perdana Menteri dan Kabinet & terjadi pembe-
  rontakan, kekacauan pada th 1957, mis: Peristiwa PRRI, Permesta, dll
● Pada th 1957 Presiden Soekarno mengumumkan SOS (Negara dlm Keadaan Da-
  rurat) setelah dikeluarkan SOS pers dimasa itu agak terkendalikan.

2. Era Demokrasi Terpimpin

Periode ini disebut sebagai Zaman Orde Lama (th 1959
  – 1965) Dekrit Presiden – meletusnya G30 SPKI
Sistem dan fungsi pers kita di waktu ini dpt dikatakan menganut konsep “otoriter”, yakni sbg terompet penguasa dan bertugas: menggagungkan pribadi Presiden sbg Pemimpin Besar Revolusi dan meng-indoktrinkan Manifestasi Politik (Manipol).
Pers dikuasai pemerintah
Pada saat ini mengenal juga kebebasan berfikir dan berbicara tetapi dlm batas2 tertentu, yakni batas keselamatan negara, kepribadian bangsa, kepentingan rakyat banyak.
Pers mrpkan alat publikasi digunakan utk mempenga-ruhi pendapat umum dan sbg alat penggerak massa.
3. Era Orde Baru (1966-1999)
Ditandai dengan adanya peristiwa G30 SPKI
● Munculnya Supersemar 11 Maret 1966 oleh Presiden
  Soekarno
● Munculnya Sistem Pers Pancasila yakni: Sistem pers yg
  menonjolkan ciri-ciri khas yg melekat pada diri bangsa In-
  donesia yang bersifat religius sosialistik.
● Pada era ini peran Departemen Penerangan cukup menon-
  jol dan strategis sbagai alat menyampaikan penerangan,
  informasi dan komunikasi pembangunan oleh pemerintah.
● Muncul istilah fungsi komunikasi dalam pembangunan utk
  memotivasikan perlunya partisipasi masyarakat dalam pembangunan, karena tanpa partisipasi rakyat pem-bangunan tdk akan berhasil.

4. Era Reformasi

Menekankan sistem pers tdk dimonopoli oleh pe-
  merintah.
● Banyak berdiri televisi swasta, dan media lainnya
● Dibentuk suatu badan independensi kontrol thd
  pers yakni: Komisi Penyiaran Pers
● Pemerintah mengatur ttg izin pendirian di bawah
  Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo)
● Masalah-masalah kasus pers dibawa pada kasus
  perdata/pidana (diselesaikan dgn hukum)
● Pertumbuhan media pers: TV dan media cetak,
  internet cukup pesat di nasional dn daerah
● Persaingan modal dan segmen pelanggan.

Media Internet
Kegunaan media internet:
1.Sbg media komunikasi: dapat berkomunikasi antar individu
2.Sbg media pertukaran data
3.Sbg media utk mencari informasi/ data
4.Sbg fungsi komunitas:
  - Wibesite: mengenalkan lembaga
  - Email: surat menyurat (informasi/pesan)
  - Chatting : interaksi antar individu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar