Senin, Juni 15, 2009

PENULISAN NASKAH BERITA TELEVISI 3

BAB III

Tanda Baca, Angka dan Singkatan

Menulis tanda baca dan singkatan pada media televisi sedikit berbeda dengan media cetak. Pada media cetak, penulisan tanda-tanda baca maupun singkatan-singkatan hampir tidak mengalami perubahan sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baku. Hal ini disebabkan karena media cetak dapat dibaca berulang-ulang jika pembacanya kurang memahami.

Karena sifatnya yang sepintas (transitory0, pada media televisi maka peulisan tanda-tanda baca tersebut tidak semuanya dipakai, hal ini dimungkinkan agar penyiar/reporter yang membacakan naskah tidak mengalami kesulaitan dan pendengar atau pemerisa televisi pun dapat dengan mudah memahami informasi yang tengah disampaikan.

Dalam konteks ini maka naskah harus dibuat dengan pendekatan Hear Copy. Naskha tersebut tentu tidak akan dibaca langsung oleh pendengar/pemirsa, tetapi penyiar/reporte yang membacakannya untuk pemirsa.

1 Tanda baca

Seara umum hanya terdapat tiga hingga empat jenis tanda baca yag digunakan dalam penulisan untuk media televisi yaitu : Titik ( . ), Koma ( , ) Strip atau garis Putus ( - ) serta kadang-kadang tanda Tanya ( ? ).

2 Angka

Penulisan angka pada media televisi juga berbeda dengan media cetak, ini dilakukan untuk memudahkan penyiar/reporter dalam menyampaikan informasi. Jangan biarkan seorang penyiar memperoleh kesulitan membaca angka-angka. Jika hal itu terjadai akan mengganggu kelancaran program dan akan terkesan kurangnya persiapan seorang penyiar.

3 Singkatan

Singkatan di medium televis sebaiknya tidak dilepaskan begitu saja. Selain pemakaian tanda baca khusus, juga perlu pemanjangan singkatan tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Misalnya singkatan “DR” dan “dr”. Kedua singkatan adalah sama jika diucapkan, tetapi akan berbeda jika kedua singkatan tersebut dipanjangkan. Jadi antar doktor dan dokter tentu sangat berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar