Senin, Juni 15, 2009

PENULISAN NASKAH BERITA TELEVISI 1

BAB I

Formula Penulisan

Siaran berita melalui media elektronik sifatnya hanya sekilas atau disebut juga dengan istilah “transitori” artinya, informasi tersebut hanya bisa didengar atu dilihat sepintas lalu. Terkecuali pendengar atau penonton televise telah menyediakan alat bantu perekam, sehingga informasi tersebut dapat diputar berulang-ulang. Tetapi pengulangan tidak dapat diminta dari stasiun penyiaran.

Untuk itu teknik penulisan berita di media elektronik dibedakan untuk cara penulisan berita untuk media cetak. Alasannya adalah karena karakter media elektronik adalah spesifik yaitu Audio dan Visual, sehingga perlu mendesain cara-car penulisan agar mudah dimengerti dan dipahami oleh pendengar atau penontonny yang notabene terdiri dari berbagi lapisan masyarakat dengan latar belakang yang berbeda.

Pada media cetak, kita juga mengenal dengan rumusan 5W+1H. Rumusan tersebut juga digunakan untuk penulisan media elektronik, namun perlu ditambahkan lagi dengan suatu formula lain agar memudahkan pengertian bagi pemirsa televise. Pendekatan tersebut disebut juga dengan Easy Listening Formula.

Formula untuk menuju Easy Listening tersebut bermacam-macam, namun salah satu yang mudah diingat dan diaplikasikan adalah Fomula yang diketengahkan oleh Soren H. Munhoff dalam “Five Star Approach To News Writing” dengan akronomis ABC-SS yaitu singkatan Accuracy (tepat), Brevity (singkat), Clarity (jelas), Simplicity (sederhana), sincerity (jujur).

1. Accuracy

Penulisan berita harus tepat. Maksudnya bahwa penulisan berita harus sesuai dengan konteks permasalahan. Pemilihan atau penempatn orang-orang yang harus diwawancarai sebagai narasumber berita harus sesuai dengan alur berita yang akan disajikan. Transkrip hasil wawancara atau pemilihan materi yang akan diungkap juga harus sesuai dengan pokok bahasan. Hindari hal-hal yang dapat menimbulkan kekeliruan dalam penulisan nama-nama orang, jabatan, usia atu angka-angka. Jadi semua data yang dihimpun sebagai bahan-bahan untuk penyusunan berita ketika masih di lapangan haruslah tepat.

2. Brevity

Pengertian Brevity disini adalah singkat. Tujuannya adalah penulisan berita di media elektronik cukup singkat saja dan tidak perlu panjang-panjang. Suatu item berita di media televisi biasanya paling panjang mencapai 3 menit, tetapi pada umumnya tidak lebih dari 1,5 menit hingga 2 menit. Durasi sependek itu harus sudah dengan sound bite atu cuplikan inti wawancara jika ada dan dinggap menarik untuk ditampilkan.

Karen diperlukan penulisan berita yang pendek tetapi mengakumulasikan inti permasalahan, maka seorang Reporter harus memiliki kemampuan menyaring semua data dari kelengkapan data yang mereka kumpulkan dilapangan.

Misalnya : 20 pemuda Kanada yang tergabung dalam program pertukaran pemuda Indonesia-Kanada 1995 selain belajar tentang cara membatik kini juga sedang melakukan karya bakti pembuatan desain tiga perpustakaan desa di Kabupaten Lamongan, dst.

Sebaiknya : 20 pemuda Kanada program pertukaran Indonesia-Kanada 1995 kini sedang mendesain tiga perpustakaan desa di Kabupaten Lamongan, selain itu juga belajar tentang cara membatik…dst.

3. Clarity

Penulisan berita pada media elektronik juga harus jelas (Claririty). Artinya informasi tersebut jangan membingungkan pendengar atau pemirsanya. Kejelasan harus ditulis dalam penyebutan nama, istilah asing maupun lafalnya. Tulisan yang membingungkan dapat mengurangi minat pendengar atau pembaca berita. Bangunan kalimat juga harus jelas antara satu pargraf dengan pargraf lainnya tau antara kalimat dengan kalimat lainya harus memiliki keterkaitan yang saling mendukung. Hindari penulisan yang berpindah-pindah dari satu permasalahan ke permasalahan yang lainnya. Apabila akan memeasuki masalah baru, sebaiknya dirangkai dengan kalimat “sementara itu”.

Misalnya : 20 pemuda Kanada program pertukaran pemuda Indonesia-Kanada 1995 kini sedang mendesain tiga perpustakaan desa di Kabupaten Lamongan.

Tiga desa yang sedang di desain perpustakaannya tersebut masing-masing desa A,B dan C.

Desain dititikberatkan pada faktor luas, tata letak serta tata administrasi prosedur peminjaman dan pengembalian.

Para pemuda Kanada juga belajar tentang cara membatik.

4. Simplicity

Kesederhanaan (Simplicity) merupakan teknik lain dari penulisan berita media elektronik. Penonton televisi memmiliki latar belakang berbeda-beda baik pendidikan, sosial, ekonomi maupun budayanya. Untuk masalah tersebut maka, penulisan sederhana adalah yang paling baik. Maksudnya tidak perlu menulis sesuatu yang terlalu ilmiah, istilah-istilah asing yang belum memasyarakat. Penulisan juga harus menghindari istilh-istilah yang hanya dapat dimengerti oleh sekelompok golongan saja.

Misalnya : Kapal Batang Hari yang berbobot 50 ribu D-W-T produksi perdana PT PAL Surabaya hari ini memasuki try out...dst

Sebaiknya : Kapal Batang Hari yang berbobot mati 50 ribu ton produksi perdana P-T PAL Surabaya hari ini memasuki tahap uji coba.

DWT merupakan singkatan dari Dead Weight Tonage, ini adalah istilah dalam dunia Maritim yang belum tentu memasyarakat.

1. Sincerity

Seorang penulis berita juga dituntut sifat kejujurannya (Sincerity). Maksudnya yaitu agar informasi tentang peristiwa yang terjadi dapat ditulis apa adanya dengan obyektif. Tidak boleh ditambah-tambahkan, apalagi dengan memasukan opini pribadi Reporter yang bersangkutan.. peristiwa tersebut bukan hasil karangan, tetapi lebih merupakan laporan kejadian sesuai dengan fakta yang ada dilapangan. Opini, masih boleh ditulis sejauh yang meyampaikannya adalah orang lain. Opini pribadi doleh saja ditulis tetapi pada kolom tersendiri yaitu pada kolom khusus opini atau acara khusus yang memang untuk mewadahi opini.

S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar