BAB IV
Menulis Berita dari Media Lain
Transisi radio dari mkedia hiburan (musik) ke media informasi (berita) membuat radio harus melakukan adaptasi bertahap (gradual), sampibil mempersiapkan SDM, peralatan dan investasi dana untuk membangun institusi pemberitaan. Jenis berita yang bersifat seondary news atau straight news yang sumbernya ditulis ulang dari media lain, menjadi pilihan favorit. Selain mudah dari segi penyediaan sumber berita, SDM yang terlibat juga relatif tidak membutuhkan pengetahuan jurnalistik yang rumit.
Meskipun disadari pilihan jenis berita intu mengandung kontroversi bahkan kritik tajam karena tidak aktual, namun jenis berita itu justru tetap dan masih berkembang dalam dunia radio, terutama radio yang akan menerapkan full news selama 24 jam. Maslahnya tinggal bagaiman menyisati data dari media lain, agar tidak sekedar mengutip, tetapi menjaga “aktualitas” dan tidak terjebak menjadi corong media lain, ketiak menyampaikan berita yang sama diradio. Oleh karena itu perlu strategi menulis berita antara lain :
1 Menyeleksi bahan berita yang layak untuk ditulis ulang menjadi berita radio. Kelayakan ini dapat diukur menurut nilai-nilai berita yang lazim.
2 Membaca bahan berita secara utuh dari awal hingga akhir. Membaca utuh ini dimaksudkan untuk memahami keseluruhan materi bahan berita, dan mencari sudut pandang (angle) baru / alternatif di luar angle yang sudah dimunculkan media lain.
3 Tidak bersikap memihak dan atau terpengaruh terhadap berita dan kepala beita (lead) yang sudah munul di media lain. Sikap ini untuk menghindari radio sekedar menjadi corong lanjutan atau promosi berita media lain, sehingga terdengar “basi” bagi pendengar
4 Melakukan pemilihan dan analisa fakta-fakta yang ada dalam bahan media lain. Pemilihan dilakukan dengan menggunakan metode 5W + 1H.
5 Memperhatikan kaidah baku Straight News dalam penulisan berita, dan mentaati etika untuk selal menyebutkan sumber berita yang dikutip, sehingga pendenger lebih yakin kebenarannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar